Ngulik tentang budaya batak toba yuk!!!

Archive for the ‘Jejak Marga Batak’


Raja Mangarerak

Nama (gelar) putra kedua dari Tuan Sorimangaraja, lahir dari istri kedua tuan Sorimangaraja yang bernama Nai Rasaon. Nama sebenarnya ialah Raja Mangarerak, tetapi hingga sekarang semua keturunan Raja Mangarerak lebih sering dinamai orang Nai Rasaon.

Raja Mangarerak mempunyai dua orang putra, yaitu Raja Mardopang dan Raja Mangatur. Ada empat marga pokok dari keturunan Raja Mangarerak:

Raja Mardopang Menurut nama ketiga putranya, lahir marga-marga Sitorus, Sirait, dan Butar-butar.

Raja Mangatur Menurut nama putranya, Toga Manurung, lahir marga Manurung. Marga pane adalah marga cabang dari sitorus.

NAI SUANON (tuan sorbadibanua)

Nama (gelar) putra ketiga dari Tuan Sorimangaraja, lahir dari istri ketiga Tuan Sorimangaraja yang bernama Nai Suanon. Nama sebenarnya ialah Tuan Sorbadibanua, dan di kalangan keturunannya lebih sering dinamai Ttuan Sorbadibanua.

Tuan Sorbadibanua, mempunyai dua orang istri dan memperoleh 8 orang putra.

Dari istri pertama (putri Sariburaja):

1. Si Bagot Ni Pohan, keturunannya bermarga Pohan.

2. Si Paet Tua.

3. Si Lahi Sabungan, keturunannya bermarga Silalahi.

4. Si Raja Oloan.

5. Si Raja Huta Lima.

Dari istri kedua (Boru Sibasopaet, putri Mojopahit) :

1. Si Raja Sumba.

2. Si Raja Sobu.

3. Toga Naipospos, keturunannya bermarga Naipospos.

Keluarga Tuan Sorbadibanua bermukim di Lobu Parserahan - Balige. Pada suatu ketika, terjadi peristiwa yang unik dalam keluarga tersebut. Atas ramalan atau anjuran seorang datu, Tuan Sorbadibanua menyuruh kedelapan putranya bermain perang-perangan. Tanpa sengaja, mata Si Raja huta lima terkena oleh lembing Si Raja Sobu. Hal tersebut mengakibatkan emosi kedua istrinya beserta putra-putra mereka masing-masing, yang tak dapat lagi diatasi oleh Tuan Sorbadibanua. Akibatnya, istri keduanya bersama putra-putranya yang tiga orang pindah ke Lobu Gala-gala di kaki Gunung Dolok Tolong sebelah barat.

Keturunana Tuan Sorbadibanua berkembang dengan pesat, yang melahirkan lebih dari 100 marga hingga dewasa ini.Keturunan Si Bagot ni pohan melahirkan marga dan marga cabang berikut:
1. Tampubolon, Barimbing, Silaen.

2. Siahaan, Simanjuntak, Hutagaol, Nasution.

3. Panjaitan, Siagian, Silitonga, Sianipar, Pardosi.

4. Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, Pardede.

Keturunan Si Paet Tua melahirkan marga dan marga cabang berikut:

1. Hutahaean, Hutajulu, Aruan.

2. Sibarani, Sibuea, Sarumpaet.

3. Pangaribuan, Hutapea.

Keturunan si lahi sabungan melahirkan marga dan marga cabang berikut:

1. Sihaloho.

2. Situngkir, Sipangkar, Sipayung.

3. Sirumasondi, Rumasingap, Depari.

4. Sidabutar.

5. Sidabariba, Solia.

6. Sidebang, Boliala.

7. Pintubatu, Sigiro.

8. Tambun (Tambunan), Doloksaribu, Sinurat, Naiborhu, Nadapdap, Pagaraji, Sunge, Baruara, Lumban Pea, Lumban Gaol.

Keturunan Si Raja Oloan melahirkan marga dan marga cabang berikut:

1. Naibaho, Ujung, Bintang, Manik, Angkat, Hutadiri, Sinamo, Capa.

2. Sihotang, Hasugian, Mataniari, Lingga.

3. Bangkara.

4. Sinambela, Dairi.

5. Sihite, Sileang.

6. Simanullang.Keturunan

Si Raja Huta Lima melahirkan marga dan marga cabang berikut:

1. Maha.

2. Sambo.

3. Pardosi, Sembiring Meliala.

Keturunan Si Raja Sumba melahirkan marga dan marga cabang berikut:

1. Simamora, Rambe, Purba, Manalu, Debataraja, Girsang, Tambak, Siboro.

2. Sihombing, Silaban, Lumban Toruan, Nababan, Hutasoit, Sitindaon, Binjori.

Keturunan Si Raja Sobu melahirkan marga dan marga cabang berikut:

1. Sitompul.

2. Hasibuan, Hutabarat, Panggabean, Hutagalung, Hutatoruan, Simorangkir, Hutapea, Lumban Tobing, Mismis.

Keturunan Toga Naipospos melahirkan marga dan marga cabang berikut:

1. Marbun, Lumban Batu, Banjarnahor, Lumban Gaol, Meha, Mungkur, Saraan.

2. Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang.

Tuan Sorimangaraja

Tuan Sorimangaraja adalah putra pertama dari Raja Isombaon. Dari ketiga putra Raja Isombaon, dialah satu-satunya yang tinggal di Pusuk Buhit (di Tanah Batak). Istrinya ada 3 orang, yaitu :

1. Si Boru Anting Malela (Nai Rasaon), putri dari Guru Tatea Bulan.

2. Si Boru Biding Laut (nai ambaton), juga putri dari Guru Tatea Bulan.

3. Si Boru Sanggul Baomasan (nai suanon).

Si Boru Anting Malela melahirkan putra yang bernama Tuan Sorba Djulu (Ompu Raja Nabolon), gelar Nai Ambaton.

Si Boru Biding Laut melahirkan putra yang bernama Tuan Sorba Jae (Raja Mangarerak), gelar Nai Rasaon.

Si Boru Sanggul Haomasan melahirkan putra yang bernama Tuan Sorbadibanua, gelar Nai Suanon.Nai Ambaton (Tuan Sorba Djulu/Ompu Raja Nabolon)

Nama (gelar) putra sulung Tuan Sorimangaraja lahir dari istri pertamanya yang bernama Nai Ambaton. Nama sebenarnya adalah Ompu Raja Nabolon, tetapi sampai sekarang keturunannya bermarga Nai Ambaton menurut nama ibu leluhurnya.

Nai Ambaton mempunyai empat orang putra, yaitu:

1. Simbolon Tua, keturunannya bermarga Simbolon.

2. Tamba Ttua, keturunannya bermarga Tamba.

3. Saragi Tua, keturunannya bermarga Saragi.

4. Munte Tua, keturunannya bermarga Munte (Munte, Nai Munte, atau Dalimunte).

Dari keempat marga pokok tersebut, lahir marga-marga cabang sebagai berikut (menurut buku “Tarombo Marga Ni Suku Batak” karangan W. Hutagalung):

SIMBOLON Lahir marga-marga Tinambunan, Tumanggor, Maharaja, Turutan, Nahampun, Pinayungan. Juga marga-marga Berampu dan Pasi.

TAMBA Lahir marga-marga Siallagan, Tomok, Sidabutar, Sijabat, Gusar, Siadari, Sidabolak, Rumahorbo, Napitu.

SARAGI Lahir marga-marga Simalango, Saing, Simarmata, Nadeak, Sidabungke.

MUNTE Lahir marga-marga Sitanggang, Manihuruk, Sidauruk, Turnip, Sitio, Sigalingging.

Keterangan lain mengatakan bahwa Nai Ambaton mempunyai dua orang putra, yaitu Simbolon Tua dan Sigalingging. Simbolon Tua mempunyai lima orang putra, yaitu Simbolon, Tamba, Saragi, Munte, dan Nahampun.

Walaupun keturunan Nai Ambaton sudah terdiri dari berpuluih-puluh marga dan sampai sekarang sudah lebih dari 20 sundut (generasi), mereka masih mempertahankan Ruhut Bongbong, yaitu peraturan yang melarang perkawinan antarsesama marga keturunan Nai Ambaton.

Raja Borbor

SI RAJA BORBOR Putra kedua dari Tuan Sariburaja, dilahirkan oleh Nai Margiring Laut. Semua keturunannya disebut Marga Borbor.Cucu Raja Borbor yang bernama Datu Taladibabana (generasi keenam) mempunyai 6 orang putra, yang menjadi asal-usul marga-marga berikut :

1. Datu Dalu (Sahangmaima).

2. Sipahutar, keturunannya bermarga Sipahutar.

3. Harahap, keturunannya bermarga Harahap.

4. Tanjung, keturunannya bermarga Tanjung.

5. Datu Pulungan, keturunannya bermarga Pulungan

6. Simargolang, keturunannya bermarga Imargolang.

Keturunan Datu Dalu melahirkan marga-marga berikut :

1. Pasaribu, Batubara, Habeahan, Bondar, Gorat.

2. Tinendang, Tangkar.

3. Matondang.

4. Saruksuk.

5. Tarihoran.

6. Parapat.

7. Rangkuti.

Keturunan Datu Pulungan melahirkan marga-marga Lubis dan Hutasuhut.Limbong Mulana dan marga-marga keturunannya Limbong Mulana adalah putra ketiga dari Guru Tatea Bulan. Keturunannya bermarga Limbong yang mempunyai dua orang putra, yaitu Palu Onggang, dan Langgat Limbong. Putra dari Langgat Limbong ada tiga orang. Keturunan dari putranya yang kedua kemudian bermarga Sihole, dan keturunan dari putranya yang ketiga kemudian bermarga Habeahan. Yang lainnya tetap memakai marga induk, yaitu Limbong.

SAGALA RAJA Putra keempat dari Guru Tatea Bulan. Sampai sekarang keturunannya tetap memakai marga Sagala.

SILAU RAJASilau Raja adalah putra kelima dari Guru Tatea Bulan yang mempunyai empat orang putra, yaitu:

1. Malau

2. Manik

3. Ambarita

4. Gurning

SI RAJA BATAK

SI RAJA BATAK mempunyai 2 orang putra, yaitu:

1. Guru Tatea Bulan
2. Raja Isombaon

I. GURU TATEA BULAN (Anak Pertama dari Raja Batak)
Guru Tatea Bulan memperoleh 5 orang putra.
1. Raja Uti (atau sering disebut Si Raja Biak-biak, Raja Sigumeleng-geleng), tanpa keturunan
2. Tuan Sariburaja (keturunannya Pasaribu)
3. Limbong Mulana (keturunannya Limbong).
4. Sagala Raja (keturunannya Sagala)
5. Silau Raja (keturunannnya Malau, Manik, Ambarita dan Gurning)

1.RAJA UTI (Putra Pertama dari Tatea Bulan)
(Tidak Mempunyai Keturunan)

2.SARIBURAJA (Putra Ke 2 dari Tatea Bulan)

–1.SI RAJA LONTUNG (Putra Pertama dari Saribu Raja)
—-1.Tuan Situmorang,(Situmorang.)
——1.Lumban Pande,
——2.Lumban Nahor
——3.Suhutnihuta
——4.Siringoringo
——5,Sitohang
——6.Rumapea
——7.Padang
——8.Solin
—-2.Sinaga raja, (Sinaga.)
——1.Simanjorang
——2.Simandalahi
——3.Barutu
—-3.Pandiangan,(Pandiangan.)
——1.Pakpahan
——2.Gultom
——3.Sidari
——4.Sitinjak
——5.Harianja
—-4.Toga nainggolan,(Nainggolan.) Rumahombar
——1.Parhusip
——2.Lumban Tungkup
——3.Lumban Siantar
——4.Hutabalian
——5.Lumban Raja
——6.Pusuk
——7.Buaton
——8.Nahulae
—-5.Simatupang (Sitogatorop)
——1.Sianturi
——2,Siburian
—-6.Aritonang (Ompu Sunggu)
——1.Rajagukguk
——2.Simaremare
—-7.Siregar
——1.Silo
——2.Dongaran
——3.Silali
——4.Siagian
——5.Ritonga
——6.Sormin

–2.SI RAJA BORBOR (Putra ke 2 dari Saribu Raja
—-1.Datu Dalu (Sahangmaima).
——1.Pasaribu, Batubara, Habeahan, Bondar, Gorat
——2.Tinendang, Tangkar.
——3.Matondang.
——4.Saruksuk.
——5.Tarihoran.
——6.Parapat.
——7.Rangkuti.
—-2.Sipahutar
—-3.Harahap
—-4.Tanjung
—-5.Datu Pulungan,bermarga Pulungan.
——1.Lubis
——2.Hutasuhut.
—-6.Simargolang, bermarga Imargolang.

3.Limbong Mulana (Putra ke 3 dari Guru Tatea Bulan)
–1.Palu Onggang (Memakai marga Limbong)
–2.Langgat Limbong (Memakai marga Limbong)
—-1.Limbong
—-2.Sihole
—-3.Habeahan

4.SAGALA RAJA (Putra keempat dari Guru Tatea Bulan)
–Sampai sekarang keturunannya tetap memakai marga Sagala.

5.SILAU RAJA (putra kelima dari Guru Tatea Bulan)
–1.Malau
–2.Manik
–3.Ambarita
—-1.Ambarita Lumban Pea
—-2.Ambarita Lumban Pining
–4.Gurning

II.RAJA ISOMBAON (Putra ke dua dari Raja Batak)

1.TUAN SORIMANGARAJA (Putra pertama dari Raja Isombaon)
–1.Ompu Raja Nabolon (Putra Pertama dari Tuan Sorimangaraja)
—-Rumpun marga Parna
—-1.Simbolon Tua, bermarga Simbolon.
——Tinambunan,Tumanggor,Maharaja,Turutan,Nahampun,Pinayungan.
—-2.Tamba Tua,bermarga Tamba.
——Siallagan,Tomok,Sidabutar,Sijabat,Gusar,Siadari,Sidabolak,
——Rumahorbo,Napitu.
—-3.Saragi Tua,bermarga Saragi.
——Simalango, Saing, Simarmata, Nadeak, Sidabungke.
—-4.Munte Tua,bermargaMunte (Munte, Nai Munte, atau Dalimunte).
——Sitanggang, Manihuruk, Sidauruk, Turnip, Sitio, Sigalingging.

–2.RAJA MANGARERAK (putra kedua dari Tuan Sorimangaraja)
—-1.Raja Mardopang
——Sitorus, Sirait, dan Butar-butar.
—-2.Raja Mangatur
——Manurung, pane

–3.Tuan sorbadibanua (Putra ketiga dari Tuan Sorimangaraja)
—-1.Si Bagot Ni Pohan,bermarga Pohan.
——1.Tampubolon, Barimbing, Silaen.
——2.Siahaan, Simanjuntak, Hutagaol, Nasution.
——3.Panjaitan, Siagian, Silitonga, Sianipar, Pardosi.
——4.Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, Pardede.
—-2.Si Paet Tua.
——1.Hutahaean, Hutajulu, Aruan.
——2.Sibarani, Sibuea, Sarumpaet.
——3.Pangaribuan, Hutapea.
—-3.SiLahi Sabungan,Silalahi.
——1.Sihaloho.
——2.Situngkir, Sipangkar, Sipayung.
——3.Sondi Raja,
——–1.Ruma Sondi
———-1.Bolon Raja
———-2.Raja Parmahan (Raja Bunga-bunga)
————1.Sihaloho
————2.Sinagiro
————–Naiborhu
————3.Sinabang
————4.Sinabutar
————–1.Sinurat
————–2.Nadapdap
————–3.Dolok Saribu
——–2.Rumasingap
——4.Sidabutar.
——5.Sidabariba, Solia.
——6.Sidebang, Boliala.
——7.Pintubatu, Sigiro.
——8.Tambun Raja (Tambunan)
———1.Tambun Mulia
———2.Tambun Saribu
———3.Tambun Marbun
—-4.Si Raja Oloan.
——1.Naibaho
——–Ujung, Bintang, Manik, Angkat, Hutadiri, Sinamo, Capa.
——2.Sihotang
——–Hasugian, Mataniari, Lingga.
——3.Bangkara.
——4.Sinambela, Dairi.
——5.ihite, Sileang.
——6.Simanullang.
—-5.Si Raja Huta Lima.
——-1.Maha.
——-2.Sambo.
——-3.Pardosi, Sembiring Meliala.
—-6.Si Raja Sumba.
——-1.Simamora
———-Rambe,Purba,Manalu,Debataraja,Girsang,Tambak,Siboro.
——-2.Lumban Toruan
——–Sihombing, Silaban,Nababan, Hutasoit, Sitindaon, Binjori.
—-7.Si Raja Sobu.
——-1.Sitompul.
——-2.Hasibuan, Hutabarat, Panggabean, Hutagalung, Hutatoruan,
——–Simorangkir, Hutapea, Lumban Tobing, Mismis.
—-8.Toga Naipospos,bermarga Naipospos.
——-1.Marbun
———-Lumban Batu, Banjarnahor, Lumban Gaol, Meha, Mungkur, Saraan.
——-2.Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang.

(Disadur dari buku “Kamus Budaya Batak Toba” karangan M.A. Marbun dan I.M.T. Hutapea, terbitan Balai Pustaka, Jakarta, 1987)

Raja Lontung

Anak sulung Raja Lontung bernama Situmorang(sebagian orang berpendapat Sinaga ialah anak sulung Raja Lontung) , mendiami daerah Sabulan(Samosir).

Selain di Sabulan marga Situmorang juga ada di Samosir selatan.

Marga Sinaga didapati juga di Samosir selatan dan selain itu di Dairi dan di tempat lain.

Di Simalungun terdapat marga cabang Sinaga yaitu: Sidahapintu, Simaibang, Simandalahi dan Simanjorang. Di daerah Pagagan-Dairi didapati juga marga Simaibang dan Simanjorang, di Sagala-Samosir juga ada marga Simanjorang.

Pandiangan pindah dari Sabulan ke Palipi-Samosir. Marga Pandiangan tinggal di Samosir selatan dan ada juga yang ke Dairi. Kemudian karena didaerahnya terjadi kemarau dan bahaya kelaparan, sebagian dari marga Gultom meninggalkan Samosir ke daerah Pangaribuan(Silindung). Dikemudian hari ada juga marga Harianja dan Pakpahan ke Pangaribuan.

Nainggolan pindah dari Sabulan ke daerah yang disebutnya Nainggolan di Samosir. Keturunan Nainggolan ada juga di daerah Pahae.

Marga Simatupang terdapat di daerah Humbang, selain itu ada juga yang ke daerah Dairi, Barus, dan Sibolga. Marga Aritonang tinggal di daerah asal Humbang dan ada sebagian tinggal di Harianboho-Samosir.

Siregar pindah ke lobu Siregar-dekat Siborong-borong. Dari situ marga Siregar berpencar sampai ke Tapanuli Selatan melalui Pangaribuan. Sesudah Lobu siregar ditinggalkan daerah itu didiami oleh marga Pohan.

Marga-marga di Dairi yang berasal dari keturunan Lontung diantaranya: Padang, Berutu, Solin dan Benjerang.

Marga Peranginangin di tanah Karo masuk ke golongan Lontung.

Anak-anak si Raja Lontung( Si Sia Sada Ina):

1. Toga Situmorang (Situmorang).

2. Toga Sinaga (Sinaga).

3. Toga Pandiangan (Pandiangan).

4. Toga Nainggolan (Nainggolan).

5. Toga Simatupang (Simatupang).

6. Toga Aritonang (Aritonang).

7. Toga Siregar (Siregar).

8. Siboru Anak Pandan (menikah dgn Simamora).

9. Siboru Panggabean (menikah dgn Sihombing).

I. Toga Situmorang.

1. Raja Pande.

2. Raja Nahor.

3. Tuan Suhut ni Huta.

4. Raja Ringo (Siringoringo).

5. Sihotang Uruk.

6. Sihorang Tonga2.

7. Sihotang Toruan.


II. Toga Sinaga.

1. Raja Bonor >> Sidahapintu.

2. Raja Ratus >> Simaibang.

3. Sagiulubalang(Uruk) >> Simandalahi, Simanjorang.


III.Toga Pandiangan.

1. Raja Humirtap (Pandiangan).

2. Raja Sonang/Samosir (Gultom, Sidari, Pakpahan, Sitinjak).

- Sidari>> Harianja.


IV.Toga Nainggolan.

1. Toga Batu (Batuara, Parhusip)

2. Toga Sihombar(Rumahombar, Pinaungan, Lumban Siantar, Hutabalian)

- Pinaungan >> Lumbantungkup, Lumbanraja.


V. Toga Simatupang.

1. Sitogatorop.

2. Sianturi.

3. Siburian.


VI.Toga Aritonang.

1. Ompu Sunggu.

2. Rajagukguk.

3. Simaremare


VII.Toga Siregar.

1. Silo.

2. Dongoran.

3. Silali.

4. Sianggian.

(sumber: Sejarah Batak, oleh Nalom Siahaan, 1964)